18/10/2021

KOMISI PEMILIHAN UMUM

KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

KPU Lamtim Menerima Berkas Dukungan Paslon Perseorangan

Calon Perseorangan 01

Hari Minggu (14/06/2015) Kantor Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lampung Timur mendapat kunjungan resmi dari dua tokoh penegak hukum dan penjaga keamanan – ketertiban, mereka adalah Komisaris Polisi Yulianto dan Kapten Inf. Achrodji yang berpasangan untuk mencoba peruntungan sebagai salah satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lampung Timur pada pilkada tahun 2015 ini.

Kedatangan mereka beserta tim untuk memenuhi salah satu persyaratan pencalonan Bupati dan Wakil Bupati dari jalur perseorangan, yaitu menyerahkan dokumen dukungan beserta lampiran fotokopi KTP, dengan minimal jumlah 71.890 dukungan dan persebaran dukungan minimal sebanyak 13 Kecamatan. Pasangan ini berhasil mengumpulkan dukungan fotokopi KTP sebanyak 99.390 dukungan dengan pola persebaran maksimal di 24 Kecamatan.

Ketua KPU Kabupaten Lampung Timur Andri Oktavia mengapresiasi dengan baik pendaftaran pasangan dari jalur perseorangan ini, “dikarenakan pada pilkada saat ini untuk persyaratan dukungan lebih berat, kenapa lebih berat? Pertama untuk minimal jumlah dukungan dulu hanya 3% sekarang 6,5%, kemudian yang kedua untuk TNI, POLRI, PNS, Pegawai BUMN dan BUMD harus berhenti dari status kepegawaiannya, ini jelas harus dipertimbangkan dengan sangat matang terutama dari calon TNI dan POLRI, mereka harus siap menanggung konsekwensinya”

Mengenai kegiatan yang dilakukan hari minggu pasca penerimaan berkas dokumen dukungan ini, Andri berkomentar, “Kegiatan hari ini di KPU Kabupaten Lampung Timur adalah memeriksa kesesuaian antara Softcopy dan Hardcopy dukungan, kemudian selanjutnya adalah melihat persebaran jumlah dukungan di wilayah kecamatan, yang ketiga memeriksa kesesuaian kuota dukungan minimal.”

Yulianto mengungkapkan “kami adalah pasangan unik yang belum pernah ada sebelumnya, tetapi memiliki latar belakang bidang yang sama, yaitu penegakan hukum, keamanan dan ketertiban…dalam bahasa sederhana visi misi yang Kami perjuangkan adalah menjaga dan mempertahankan keamanan sebagai bagian dari penegakan hukum, yang memang sudah bukan rahasia lagi, orang yang ahli keamanan adalah Polisi dan Tentara”.

Ketika ditanya mengenai bagaimana pola perekrutan dukungan yang dilakukan, Achrodji mengatakan “…Kami ini didukung oleh para simpatisan yang secara sukarela menyerahkan dukungannya, dari mana-mana, sehingga untuk mengkoordinir itu dibentuklah tim independen kecil-kecilan, yang memang sifatnya sukarelawan, dengan tanpa mengeluarkan dana untuk mereka yang memberi dukungan….saya juga tidak menyangka bahwa ada yang tertarik untuk mengajak saya mendampingi sebagai calon Wakil Bupati…” ditambahkannya lagi “…Kami ini dipertemukan oleh tim yang sudah memiliki konsep, konsepnya adalah menggabungkan dua kekuatan penegakan hukum dan kemanan-ketertiban menjadi pasangan Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang memiliki prioritas tambahan mengembangkan infrastruktur jalan untuk pengembangan perekonomian”

Ketua Panwas Lamtim, Yohanes Eko Prasetyo mengatakan dukungan yang telah disampaikan pasangan calon perseorangan, memungkinkan ditemukan beberapa kejanggalan, diantaranya foto copy KTP tidak ada, KTP sudah tidak berlaku, dan ketidaksesuaian data di softcopy dan hardcopy.

“KPU harus cermat dalam melakukan verifikasi faktual dengan banyaknya ketidaksingkronan data,” kata Yohanes Eko.

Ditambahkannya, bila mengacu pada PKPU No 9 tahun 2015 tentang Pencalonan, bila ada ketidak sesuaian antara softcopy dan hardcopy maka data dukungan calon perseorangan tersebut dikembalikan untuk dilakukan perbaikan hingga batas akhir penyampain dukungan ke KPU.