Blog

07/02/2019

Rapat Koordinasi Sistem Keamanan Informasi dan Pemutakhiran Data Pemilih KPU Kabupaten Lampung Timur

Sukadana, 6 Januari 2019.
Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lampung Timur telah mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) Sistem Keamanan Informasi dan Pemutakhiran Data Pemilih Pemilu 2019 di Gedung Aula Kantor KPU Kabupaten Lampung Timur yang dimulai dari pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 15.00 WIB yang dihadiri oleh 24 undangan yaitu masing-masing kecamatan mewakili satu Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) bagian data.

Pada kegiatan ini Wasiat Jarwo Asmoro, S.I.Kom, Anggota KPU Kabupaten Lampung Timur Divisi Perencanaan Data dan Informasi menyampaikan bahwa “Setiap warga negara Indonesia yang pada hari pemungutan suara genap berumur 17 tahun atau lebih, sudah kawin,atau sudah pernah kawin mempunyai hak memilih. Untuk dapat menggunakan hak memilih, warga negara Indonesia harus terdaftar sebagai pemilih kecuali yang ditetapkan oleh Undang-Undang.” Pemilih sebagai mana yang dimaksud adalah genap berumur 17 (tujuh belas) tahun/lebih pada hari pemungutan suara/sudah pernah kawin, tidak sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, berdomisili di wilayah administratif pemilih yang dibuktikan dengan kartu tanda penduduk elektronik. Dalam hal Pemilih belum mempunyai KTP Elektronik sebagai mana dapat menggunakan surat keterangan yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dan tidak sedang menjadi anggota TNI atau Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Wasiat Jarwo juga menambahkan bahwa Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) adalah data pemilih yang telah terdaftar dalam DPT di suatu TPS yang karena keadaan tertentu Pemilih tidak dapat menggunakan hak pilihnya untuk memilih di TPS tempat yang bersangkutan terdaftar dan memberikan suara di TPS lain. Keadaan tertentu sebagaimana dimaksud diantaranya, menjalankan tugas pemerintahan  ditempatkan lain pada pemungutan suara, menjalani rawat inap di RS/puskesmas dan keluarga yang mendampingi, penyandang disabilitas yang menjalani perawatan di panti sosial/rehabilitasi, menjalani rehabilitasi narkoba, menjadi tahanan/lembaga permasyarakatan, menempuh pendidikan dan pindah domisili serta tertimpa bencana alam. Sedangkan untuk dapat dimasukkan ke dalam DPTb pemilih harus menunjukkan KTP Elektronik/surat keterangan dan salinan bukti telah terdaftar sebagai pemilih dalam DPT di TPS asal dengan menggunakan formulir model A.A.1-KPU. Pemilih dapat melaporkan kepada PPS/KPU Kabupaten kota asal untuk mendapatkan surat pemberitahuan pindah memilih dengan menggunakan formulir Model A.5-KPU yang digunakan untuk memilih di TPS lain paling lambat 30 (tiga puluh) hari sebelum hari pemungutan suara. Untuk  mengurus perpindahan pemilih yang terjamin ketersediaan surat suara sampai dengan tanggal 17 Februari 2019 ini.

Sedangkan yang dimaksud Daftar Pemilih Khusus (DPK) adalah data pemilih yang tidak terdaftar sebagai pemilih dalam DPT dan DPTB, tapi memenuhi syarat untuk memberikan suaranya, pemilih tersebut dapat menggunakan hak pilihnya di TPS domisili dengan menunjukan KTP elektronik kepada petugas di TPS.

 

Berita
About devina oct